Mungkin aku tidak pernah diharapkan. Mungkin memang benar, kamu tidak pernah menjadi kan aku sebagai pelarianmu. Tapi, aku berpikir keras. Aku bingung, semudah itukah kamu melupakan aku? Semudah itukah kamu menjauhiku? Seolah aku tak pernah ada. Mungkin jika esok hari aku benar-benar pergi dari hidup ini, kau tak akan mengerti sakitnya hatiku. Menangisi kepergianku, layaknya aku menangisimu saat ini.
Hanya tulisan ini yang dapat kubuat.
Aku berharap tuhan tidak akan memberikanmu sebuah karma. Aku hanya ingin kau
bahagia bersama orang yang benar-benar kau sayang. Aku tak akan mengusik
hidupmu lagi, aku bahagia pernah mengenal orang sebaikmu. Dan jika ini adalah
tulisan terakhir ku, aku berharap kau mengerti ini semua untukmu.
Aku hanya sakit, ketika ku tau kau
akan membuat kejutan untuknya. Hanya itu yang tak akan bisa kulupakan darimu. Tega
sekali kamu mengucapkan itu. Hanya sesak yang kurasakan saat membaca pesanku
darimu yang belum terbuka. Aku berusaha menerima kenyataan ini, aku tetap
membalas pesanmu walaupun dengan tangisan :’)
Aku tidak pernah sekalipun
membencimu, aku hanya tidak ingin meneteskan airmataku didepanmu. Aku tidak
pernah berpikiran buruk denganmu, aku hanya ingin melupakanmu. Karna mengingatmu
sangat menyakitkanku. Memberi luka yang mungkin akan berbekas.
Aku harap, kamu akan bahagia
bersamanya disana dengan dia yang ada segalanya.Dan berharap aku akan
melupakanmu demi masadepanku bersama seseorang nanti :)
*MOVE ON FAILED!